Musim kedua Ghosts melanjutkan kehidupan Sam dan Jay, pasangan suami istri yang berusaha mengelola Woodstone Mansion menjadi penginapan, meski harus berbagi ruang dengan sekelompok hantu yang penuh drama. Sam masih menjadi satu-satunya manusia yang bisa melihat dan berbicara dengan para arwah, sebuah kemampuan yang semakin merepotkan seiring waktu. Para hantu—mulai dari bangsawan kolonial yang sok berwibawa, prajurit Perang Revolusi yang lugu, bangsawan Inggris dengan selera humor sarkastik, hingga hantu Viking yang blak-blakan—kini mulai menunjukkan sisi yang lebih personal. Mereka bukan hanya sumber kekonyolan, tetapi juga makhluk yang memiliki rasa takut, cemburu, penyesalan, dan kerinduan akan kehidupan yang telah lama berlalu.