Idol I mengikuti perjalanan Seo I-jun, seorang idol muda yang sedang berada di titik krusial kariernya. Namanya mulai dikenal publik, grupnya merangkak naik di tangga popularitas, dan masa depan terlihat cerah di mata banyak orang. Namun di balik jadwal padat dan citra sempurna yang harus ia jaga, I-jun justru merasa semakin asing dengan dirinya sendiri. Tekanan dari agensi untuk selalu tampil tanpa cela, tuntutan penggemar yang tak pernah puas, serta komentar publik yang kejam perlahan menggerus kesehatan mentalnya. Setiap kesalahan kecil bisa menjadi skandal, setiap emosi harus disembunyikan demi menjaga “brand idol” yang telah dibangun dengan susah payah. Di tengah kekacauan batin itu, I-jun mulai mempertanyakan satu hal penting: apakah ia masih mengejar mimpinya sendiri, atau hanya hidup demi mimpi orang lain? Pertemuannya dengan orang-orang di luar lingkar industri hiburan membuka sudut pandang baru tentang kebebasan, kejujuran, dan arti menjadi diri sendiri. Drama ini tidak selalu berteriak lewat konflik besar, tetapi justru menyentuh lewat momen-momen kecil: tatapan kosong di ruang latihan, kelelahan setelah konser, dan kesepian di tengah keramaian. Idol I menjadi kisah tentang bertahan, memilih, dan berani jujur pada diri sendiri — bahkan jika itu berarti harus kehilangan segalanya.